Good Indonesian Food | Gudeg Permata
Good Indonesian Food - Preserver and Promote Indonesia Culinary
good indonesian food, makanan, khas daerah, jakarta, bogor, tangerang, bekasi, banteng, bali, lombok, bandung, enak, lezat, nikmat, murah, meriah, gurih, kenyang, culinary, kuliner, warung, soto, nasi, campur, serabi, surabi, makanan, restoran, restaurant, sajian, sedap, saji, sedap, kumpulan resep masakan, food, travel, jajan, makan, indonesian culinary, indonesian food, indonesia travelling, wisata surabaya, popular, wisata bali, jabodetabek, wisata lombok, makanan indonesia
23711
single,single-post,postid-23711,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-1.7,wpb-js-composer js-comp-ver-4.3.4,vc_responsive
yogyakarta-heritage-gudeg permata1
yogyakarta-heritage-gudeg permata2

Gudeg Permata

“Disajikan dengan krecek dan ayam opor, gudeg menyajikan keseimbangan rasa yang sempurna antara manis, gurih, dan pedas.”

Di samping dikenal sebagai Kota Pelajar, para pemburu kuliner mengenal Yogyakarta sebagai Kota Gudeg karena hidangan ikonisnya tersebut. Untuk Anda yang belum tahu, gudeg adalah hidangan yang terbuat dari nangka rebus yang dicampur dengan santan yang menjadi makanan khas kota ini. Ada banyak penjaja gudeg di penjuru Yogyakarta, menawarkan tipe gudeg yang berbeda, yaitu gudeg kering, gudeg basah, dan gudeg mercon.
Di antara banyaknya penjual gudeg di sini, banyak yang merekomendasikan Gudeg Permata sebagai yang terbaik. Didirikan pada 1951 oleh Ibu Pudjo, tempat ini menarik orang-orang dari gedung bioskop yang ada di seberang, Bioskop Permata. Walaupun gedung bioskop tersebut akhirnya tutup, Ibu Pudjo berhasil mempertahankan reputasi bisnisnya sebagai gudeg terenak.
Saya sudah tiga kali mengunjungi Gudeg Permata selama berada di Yogyakarta. Pertama kali adalah saat baru sampai di kota ini. Kemudian, saya mengunjunginya lagi keesokan harinya sekitar jam 8 malam, saat para karyawan masih menyiapkan hidangan tersebut. Kunjungan ketiga adalah lebih dari satu jam setelah kunjungan ramah-tamah kedua pada pukul 21.15—saat di mana para pelanggan baru menuju tempat ini.
Berada di ujung Jalan Gajah Mada, ada tiga area tempat duduk: di bawah tenda persis di depan kasir dan konter makanan, lesehan, dan di dalam gang atau di restoran, di sebelah area lesehan. Setelah memesan, saya menerima nomor tunggu dan mencari tempat duduk di dalam gang. Sebenarnya, itu bukanlah pilihan yang direkomendasikan, dengan banyaknya tikus yang hilir mudik, tetapi saya tidak punya pilihan.
Setelah menunggu selama 30 menit, nomor saya akhirnya dipanggil. Saya mengangkat tangan dan hidangan pun disajikan. Disajikan dengan krecek dan ayam opor, gudeg menyajikan keseimbangan rasa yang sempurna antara manis, gurih, dan pedas. Rasanya sungguh berbeda dari gudeg lain yang pernah saya coba—semuanya memiliki cita rasa manis—karena makanan ini memiliki rasa pedas yang menggelitik lidah saya. Jika Anda penyuka makanan gurih dan pedas, gudeg ini tepat untuk Anda.
Saya akan berkata kalau pengalaman di Gudeg Permata sangat menyenangkan. Hanya, sedikit catatan, tempat ini buka tepat jam 9 malam. Jadi, pastikan Anda datang lebih awal untuk memilih tempat duduk.

Jl. Gajah Mada, Pakualaman,
Daerah Istimewa Yogyakarta
Telp: 0274 553 853
Bukan dari Senin–Sabtu, pukul 21.00–02.00 WIB.
Rp12.000/US$0,90 per porsi

Tags:
No Comments

Post a Comment