Good Indonesian Food | Mempelajari Kekayaan Rempah Nusantara di Masa Lalu
Good Indonesian Food - Preserver and Promote Indonesia Culinary
good indonesian food, makanan, khas daerah, jakarta, bogor, tangerang, bekasi, banteng, bali, lombok, bandung, enak, lezat, nikmat, murah, meriah, gurih, kenyang, culinary, kuliner, warung, soto, nasi, campur, serabi, surabi, makanan, restoran, restaurant, sajian, sedap, saji, sedap, kumpulan resep masakan, food, travel, jajan, makan, indonesian culinary, indonesian food, indonesia travelling, wisata surabaya, popular, wisata bali, jabodetabek, wisata lombok, makanan indonesia
23710
single,single-post,postid-23710,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-1.7,wpb-js-composer js-comp-ver-4.3.4,vc_responsive
jabodetabek-news1
jabodetabek-news2

Mempelajari Kekayaan Rempah Nusantara di Masa Lalu

“Dipimpin oleh Rahung Nasution—yang dikenal sebagai Koki Gadungan—hidangan lengkap makan malam hari ini memberikan perspektif berbeda kepada semua peserta tentang kekayaan rempah-rempah yang digunakan di ragam kuliner orang Batak.”

Pada 18–30 Oktober lalu, sebuah pameran menarik perhatian kami, yang diadakan selama acara The Museum Week di Museum Nasional. Bertema “Jalur Rempah: The Untold Story”, pameran ini memaparkan fakta-fakta historis mengenai pertukaran rempah-rempah dan bagaimana peristiwa itu menjadikan Nusantara sebagai salah satu pusat perdagangan terkenal di masa lalu.
Dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, pameran ini memamerkan kisah-kisah tentang jejak rempah-rempah yang terbukti lebih penting daripada Jalur Sutera.
Di area instalasi, artefak-artefak terpelihara yang berasal dari kerajaan-kerajaan kuno dipamerkan. Tiap seksi memiliki pemandu yang akan membantu menjelaskan objek-objek dan informasi di yang dipajang dari setiap era. Siapa yang tahu kalau Barus di Tapanuli adalah tempat dimulainya perdagangan rempah-rempah di Indonesia? Pastinya kami tidak tahu.
Selain pameran, sejarah Jalur Rempah disajikan dalam berbagai seminar, diskusi, dan jamuan makan malam dengan tema “Jamuan Negeri Rempah”. Untungnya, saya bisa menghadiri dua dari tiga Jamuan Negeri Rempah.
Jamuan Negeri Rempah: Bedulang diadakan pada 21 Oktober yang menjelaskan hidangan terbaik dari Bangka dan Belitung. Pembahasan berikutnya tentang Bedulang, sementara hidangan tradisional yang disajikan adalah yang biasanya dibuat untuk perayaan Idul Fitri. Juga, ada makanan khas Bangka Belitung yang populer seperti martabak dan pempek bangka.
Pada 24 Oktober, Jamuan Negeri Rempah: Horja Mangupa-upa menyajikan hidangan khas Tapanuli, di antaranya anyang, naniura, arsik udang, dan saksang. Dipimpin oleh Rahung Nasution—yang dikenal sebagai Koki Gadungan—hidangan lengkap makan malam hari ini memberikan perspektif berbeda kepada semua peserta tentang kekayaan rempah-rempah yang digunakan di ragam kuliner orang Batak. Salah satu yang paling berkesan adalah naniura. Hidangan ini terbuat dari ikan mentah yang dibumbui assam jungga (sejenis jeruk limau),  menunjukkan karakteristik yang identik dengan hidangan pembuka dari Brasil.
Pameran seperti “Jalur Rempah: The Untold Story” merupakan pameran yang tidak biasa di sini, khususnya yang disajikan dengan gaya yang profesional. Kami berharap akan ada banyak pameran-pameran seperti ini di masa mendatang.

Tags:
No Comments

Post a Comment