Good Indonesian Food | Warung Kelor Pancor
Good Indonesian Food - Preserve and Promote Indonesian Culinary
good indonesian food, makanan, khas daerah, jakarta, bogor, tangerang, bekasi, banteng, bali, lombok, bandung, enak, lezat, nikmat, murah, meriah, gurih, kenyang, culinary, kuliner, warung, soto, nasi, campur, serabi, surabi, makanan, restoran, restaurant, sajian, sedap, saji, sedap, kumpulan resep masakan, food, travel, jajan, makan, indonesian culinary, indonesian food, indonesia travelling, wisata surabaya, popular, wisata bali, jabodetabek, wisata lombok, makanan indonesia
23477
single,single-post,postid-23477,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-1.7,wpb-js-composer js-comp-ver-4.3.4,vc_responsive
lombok-heritage-warung kelor pancor1
lombok-heritage-warung kelor pancor2

Warung Kelor Pancor

“Campuran kental yang terdiri atas daun kelor, bawang merah, bawang putih, garam, dan gula, sayur kelor mengingatkan saya akan sayur bayam yang biasa saya makan di rumah.”

Selain Ayam Taliwang yang ternama, hidangan khas Lombok lainnya adalah sayur kelor, yang terbuat dari daun kelor (daun pohon Moringa). Diyakini bahwa mengonsumsi daun kelor memberikan beberapa manfaat, seperti menurunkan tekanan darah, meningkatkan produksi ASI, dan kaya akan zat besi. Mencari sayur kelor di Lombok sangatlah mudah. Banyak tempat makan di penjuru pulau menjual menu ini. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah Warung Kelor Pancor di Selong, Lombok Timur. Warung ini sudah beroperasi selama lebih dari empat dekade dan hingga kini berhasil memperluas ekspansinya dengan membuka cabang di tempat lain—kandidat sempurna untuk pilihan tempat makan warisan kita. Warung Kelor Pancor menyajikan hidangan-hidangan sederhana untuk menghibur lidah saya yang rindu masakan rumahan. Bepergian ke sana-ke mari selama satu minggu membuat saya rindu akan makanan rumahan untuk memanjakan lidah. Warung ini tampak seperti bangunan tua dan tanpa penyejuk udara. Memiliki konsep yang sama dengan warteg , semua hidangan di sini sudah dimasak sebelumnya. Tanpa pikir panjang, saya memesan sayur kelor dan ayam goreng. Campuran kental yang terdiri atas daun kelor, bawang merah, bawang putih, garam, dan gula, sayur kelor mengingatkan saya akan sayur bayam (sup bayam) yang biasa saya makan di rumah. Daun kelornya terasa lembut di lidah. Walaupun memiliki tekstur yang hampir sama dengan bayam, daun ini tidak meninggalkan rasa berkapur di langit-langit mulut. Ayam gorengnya di-ungkep dengan sempurna yang membuat rasanya, oh, sangat lembut. Pengalaman bersantap di Warung Kelor Pancor membuat saya merindukan masakan ibu saya. Saya meninggalkan warung dengan perasaan puas. Dan setelah mencari tahu lebih banyak tentang manfaat ajaib dari mengonsumsi sayur kelor, saya berharap bisa menyantapnya lebih sering.

By Jessicha Valentina

Jl. K.H. Ahmad Dahlan, Pancor
Dekat RSUD Selong
Telp: (0376) 23621
Buka setiap hari, pukul 09.00–20.30.
Rp20.000/US$1,5 per porsi

Tags:
No Comments

Post a Comment