Surabaya: Rujak Cingur Ahmad Jais

Sangat gurih dan tanpa bau, makanan ini berbeda dengan rujak cingur lainnya yang sudah pernah saya coba. Ditambah tekstur petis yang lembut, Anda akan mendapatkan rujak cingur terlezat yang pernah Anda coba.

Andrew Zimmer, pembawa acara televisi “Bizzare Food”, pernah berujar di salah satu episodenya kalau saat mengunjungi Indonesia, dia seperti pulang ke rumah. Menurutnya, “Makanan Indonesia itu seperti emas dan banyak kejutan yang terdapat di kehidupan masyarakatnya.”

Salah satu makanan lokal yang kami pikir harus dicoba Andrew adalah rujak cingur. Rasa petisnya yang pedas, dicampur sayuran dan hidung sapi, tentunya akan membuat Andrew dan para pencinta makanan aneh bersemangat.

Untuk memanjakan lidah Anda dalam menikmati rujak cingur, Rujak Cingur Ahmand Jais adalah tempat yang tepat. Didirikan pada 1970 oleh Ng Ciok Chu, gerai ini telah dikenal oleh banyak orang sebagai rujak cingur terenak di Surabaya. Anda tidak akan melihat papan apa pun yang memandu Anda menuju lokasi. Bertanyalah kepada warga dan mereka akan menunjukkan arahnya.

Ketika berada di tempat ini, saya melihat Ng Giok Chu memandu anaknya, Ong Sie Sin, saat sedang menyiapkan pesanan. Mereka tidak memiliki pegawai, jadi saya harus menunggu sekitar 45 menit sampai rujak cingur pesanan saya disajikan. Porsinya cukup besar, cocok untuk dimakan berdua. Saya bisa melihat cingur di dalamnya, yang untungnya terbalut warna gelap petis. Sangat gurih dan tanpa bau, makanan ini berbeda dengan rujak cingur lainnya yang cenderung hambar. Ditambah tekstur petis yang lembut, Anda akan mendapatkan rujak cingur terlezat yang pernah Anda coba.

Namun, saya sedikit terkejut ketika bon tagihan disodorkan. Satu porsi rujak cingur dihargai Rp60.000, tiga kali lipat lebih mahal dari yang dijual oleh penjaja lainnya. Walaupun begitu, melihat porsi dan rasanya, sepertinya sepadan dengan harganya.

Jl. Achmad Jais No. 40
Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur
Telp: 031 532 8443
Buka setiap hari, pukul 11.00–17.00 WIB
Rp60.000/US$4,30 per porsi


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

INSTAGRAM
KNOW US BETTER